Langsung ke konten utama

me time-an di kantor itu memungkinkan !

Saya lagi di kantor.
Abis liputan, males pulang. Sebelum pindah ke newsroom baru, kalo lagi males pulang gini saya main ke library kantor.

Emang sih antara judul dan kenyataannya jauh dari kesan library, tapi saya senengnya ga ketulungan atas penemuan terbesar saya ditvone.

Di kantor ada PUSTAKA!!!

Dulu sih gak lama-lama amat, antara sejam sampai tiga jam doing something  di pustaka kantor. Baca aneka bacaan. Sayang ga ada buku yang bahas area dewasa, meskipun dalam konteks kesehatan atau pendidikan sekalipun. Hahahha…
Sutralah.

Sekarang setelah newsroom baru,  pustaka kantor ga ikutan pindah sayangnya. Masih sebelah-sebelahan sama newsroom lama yang kini bak kota mati. Serem.

Tapi entah kenapa, udah mau tujuh bulan di newsroom baruini, gw baru menemukan sudut paporit buat semedi. 
Sebelum-sebelumnya sering liat dan kadang suka lewat gitu tapi ga nyadar ya,  bahwasanya tempat ini baik sekali auranya.

bruuur....bruuuurrr....bruuuuurrrr#nyemburinairdarimuluttigakali#ritual

Oke, katakanlah tempat baru ini ga ada pustakanya, atau unsur pustakanya atau segala sesuatu yang berbau pustaka. Tapi saya begitu cinta sama lighting, design interiornya, dan integrasinya yang bikin hati menjerit manjah.

Integrasinya itu begini lho, deket sama musola, tinggal salto beberapa kali doang nyampe.
Trus kalo kebelet, ngesot beberapa esotan juga tiba toilet.

Haus?  galon aqua juga deket banget.
Kalo laper gimana ‘Ki?

Ya keluarlah. Kalo bawa cemilan sih boleh-boleh aja trustarok di tas.

Buat saya pribadi, sudut ini cukup bahkan melebihi dari harapan untuk menemukan sebuah tempat terbaik di kantor yang bisa buat ‘me time’.
Alas an menyukainya yang lain, yaitu senengnya aja sama pencahayaan yang redup. Romantis.  Bisa bikin produktif.
Ini aja saya memperawanin computer di sudut ini. Kenceng, bisasambil yucuban, trus kalo pinggang pegel duduk, kemudian stretching lalu liat anchor lagi baca brita di lantai bawah. Seru kan?

Makanya kerja di tvOne dong, hahahahah….

Lalu kalau lokasinya dimana?
Di kantor tvOne, yang di Pulogadung, lalu belok kiri naik lantai dua viva one newsroom, masuk trus ada tangga kayu yang asik banget itu,lalu naik ke lantai tiga, belok kiri, turun dua anak tangga, belok kiri, dan taarrraa…inilah tempat yang ricki banget jika di Jakarta sejauh ini.


Tempat ini seolah membuatku masuk sebuah jacuzy, lalu berendam di dalamnya dan merasakan kemudian sentuhan rileks dari setiap elemen yang
ada. Kan kemana coba dicari tempat ini secara gratis coba.....




bila membalik badan, inilah pemandangannya.... Bila membalik badan, inilah pemandangannya....
 bila menoleh ke kanan, inilah pemandangannya, anchors lagi siaran. Bila menoleh ke kanan, inilah pemandangannya, anchors lagi siaran.bila baru tiba di lantai tiga lalu belok kiri, ricki was there ! Bila baru tiba di lantai tiga lalu belok kiri, ricki was there !ini PC favoritku, selain ngenetnya kenceng, juga headsetnya idup, gak kek yang disebelah, jadi bisa yucuban sambil dengerin a sky full of starsnya coldplay.... Ini PC favoritku, selain ngenetnya kenceng, juga headsetnya idup, gak kek yang disebelah, jadi bisa yucuban sambil dengerin a sky full of starsnya coldplay....kantor tvOne pulogadung di malam hari, dipotret dari loby utama. Kantor tvOne pulogadung di malam hari, dipotret dari loby utama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

catatan perpisahanku dengan SUSHI FM

BEuuuuuhh.....5 tahun setengah lebih kurang gue dibesarkan sekaligus ikut membesarkan SUSHI FM.......dua pekan jelang ramadan tahun 2003, gue masih menjadi anak muda item, bau, kampungan dan tak begitu berharap banyak untuk diterima di sushi fm, namun sekarang dua pekan jelang ramadan 2009, yang item, bau, kampungan itu telah menyudahi karirnya di SUSHI FAM YANG KINI MENJADI RADIO TERBAIK PERTAMA DI SUMBAR. BERKAT ARIL Adalah khairil anwar tanjung a.k.a arya danta a.k.a aril yang betul-betul berjasa membawa gue menjadi seorang ricki satria, yang dulunya hanya dikenal sebagai Yovan Etreusca dan Rizki Borobudur (at BOOS FM) dari sebuah radio kecil di pelosok pecinan. Dua pekan sebelum ramadan 2003, lima anak muda cowok duduk harap-harap cemas menunggu namanya dipangil buat wawancara. Ke lima anak muda itu (lupa-lupa inget ya) Aril, ricki, Sutan, Ari Jangkung, satu anak UNP dan satu lagi anak UPI, gue lupa namanya. Jujur, secara fisik gue nomor terburuk ke d...

Kehebohan di Lombok

Huuft, welcome to london! Eh salah, welkom tu lombok. Otak ye, bawaannya ke London aja! Habis hurufnya mirip-mirip sih, udah gitu jumlah hurufnya juga enam, ga dosa dong? Saya terbiasa menginjakan kaki kiri dulu ketimbang kanan, untuk beberapa hal 'keramat' buat saya. Di antaranya, masuk pesawat, biar minta selamat. Trus sepulang opname, biar ga balik-balik lagi. Lalu sekarang, turun pesawat di bandara Praya, Mataram. Biar apa coba? Biar bisa kembali lagi kesini beso-besok, Lombok itu indah banget lho. Jadi harap diinget, ini bukan atas dasar percaya tahayul lho tapi murni karena alasan pribadi aja. So, I like being different. Kan, orang suka bilang, untuk hal yang baik-baik itu adanya di arah kanan atau segala sesuatu pekerjaan sebaiknya didahuli dengan apa yang berada di sisi kanan badan. Tapi kalau makan masih pakai tangan kanan kok, hahahah....Saya sih pengen beda aja, case close ! Turun tangga pesawat, trus nunduk-nunduk keberatan bawa tentenga...

KKK: Mandiin kucing, beneran bisa mendatangkan hujan??

Mandiin kucing…..beneran bisa mendatangkan hujan??? Eh eh, pada percaya gak sih sama mitos yang satu ini? Percaya gak percaya sih, tapi ada yang menjalankannya lho. Buktinya Pak Manar. Pemilik rumah tempat para kucing lucu berkumpul ini lagi kehabisan ide buat usaha pertaniannya. Maklum, sekarang lagi musim kemarau. Mau gak mau, pengairan buat ke sawah dan empang milik Pak Manar ikut terpengaruh. Apalagi semua petani di kampung Pak Manar serentak masuk masa tanam. Jadi, semuanya wajib kebagian air yang cukup biar padinya gak mati. Sementara air yang mengalir juga sedikit. Tak jarang sesama petani ada yang cekcok gara-gara ada yang main curang rebutan air. Dasar Pak Manar gak mau ribut-ribut diajakinlah para warga kampung musyawarah untuk menggelar salat Istighosah buat minta hujan. Maka jadilah para warga menyelenggarakannya secara berjamah, rutin sekali tiga hari. Namun, setelah satu bulan berjalan, hujan yang diidam-idamkan gak juga kunjung turun. Suatu hari Pak Manar lagi i...