Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2015

Hai, kenalin kami keluarga kucing

Kenalin, kami keluarga kucing !! Alkisah di sebuah rumah hidup satu keluarga yang ke semua penghuninya penyayang kucing. Keluarga harmonis ini tinggal di pinggiran Kota Padang. Meski hanya keluarga petani, tapi gak ndeso-ndeso amat. Terdidik kok, pada pernah sekolah tinggi semua. Pak Manar adalah sang kepala keluarga. Dia seorang ayah yang baik namun kadang tengil bagi ke dua anaknya Satria dan Mba Yani. Mak Unang adalah istri Pak Manar, orangnya pendiam banget namun sangat perhatian bin penyanyang.  Saking sayangnya, hiduplah sepuluh ekor kucing kampung yang lucu-lucu dengan nama-nama yang bikin perut menggelitik. Siapa lagi kalo bukan Satria, anak bungsu Pak Manar si mahasiswa kece yang punya kerjaan ngasi-ngasi nama. Kucing paling tua dinamai sang tuan dengan Mai lengkapnya Mai Akhriani,  Bulunya belang tiga. Kucing ini cantik jelita, bermata indah dan banyak yang naksir. Dalam karir kecantikannya ia pernah menjuarai kontes Miss Cat  taun baheula. Sama suami d...

KKK : Balada si kucing buntut pendek

Balada si kucing buntut pendek Kalo diumpamakan pada manusia, cowok pendek itu kurang menarik perhatian cewek ya? Biar muka sekece Robert Pattinson sekalipun, tapi kalo cebol tetep aja bikin cewek-cewek pilih-pilih. Benerkan? Begitu juga dengan dunia perkucingan. Kucing jantan macho, tapi kalo ekornya cuma seupil, sama aja boong! Yang betina apalagi. Se kiyud dan semontok apapun, kalo ‘auratnya’ gak sempurna tertutup buntut, kiamatkan? Heheheheheheheh…. Di keluarga kucing rumahnya Satria, sebenernya hampir semua kucing jantan punya buntut pendek. Tapi gak pendek-pendek amat sih. Kabar baiknya, hampir semua kucing betina berbuntut panjang. Kok kabar baik sih? Iyalah, auratnya ketutup!! Hahahahah….lagian kalo kucing betina dengan ekor panjang, keliatan lebih girly aja. Begitu sebaliknya. Nah, Toni, Khairul adalah pemilik buntut terpendek. Uun, Enning, Ujang, Papinya Enning, buntutnya kira-kira lima sentianlah. Sangat ideal buat kucing jantan. Buntut Toni dan Khairul, d...

KKK : Gigitan Maut

Gigitan maut                                                         Suatu siang di bawah pohon akasia yang rindang, tiga ekor kucing betina lagi asik ngerujak. Mulut mereka mengap-mengap menahan pedes.  Rujaknya keliatan enak, lengkap dengan mangga mudanya.  Hihihihihih…. Sambil ngrujak, mereka ngegosip. Yang paling semangat tentu saja, Epa, kucing betina bahenol yang sok ngartis dan bigos. “Rabies gitu lho. Akika ga habis piker deh bo. Kenapa si Fatima lepas tangan gitu aja, dibujuk pake apa kek.  Adik sendiri lho bo. Katanya berpendidikan,” sergah Epa mencibir. Mayar, kucing bigos satunya lagi gak kalah mencibir. “Ho oh. Katanya satu keluarga peduli kesehatan. Bersin-bersin dikit la...

KKK: Mandiin kucing, beneran bisa mendatangkan hujan??

Mandiin kucing…..beneran bisa mendatangkan hujan??? Eh eh, pada percaya gak sih sama mitos yang satu ini? Percaya gak percaya sih, tapi ada yang menjalankannya lho. Buktinya Pak Manar. Pemilik rumah tempat para kucing lucu berkumpul ini lagi kehabisan ide buat usaha pertaniannya. Maklum, sekarang lagi musim kemarau. Mau gak mau, pengairan buat ke sawah dan empang milik Pak Manar ikut terpengaruh. Apalagi semua petani di kampung Pak Manar serentak masuk masa tanam. Jadi, semuanya wajib kebagian air yang cukup biar padinya gak mati. Sementara air yang mengalir juga sedikit. Tak jarang sesama petani ada yang cekcok gara-gara ada yang main curang rebutan air. Dasar Pak Manar gak mau ribut-ribut diajakinlah para warga kampung musyawarah untuk menggelar salat Istighosah buat minta hujan. Maka jadilah para warga menyelenggarakannya secara berjamah, rutin sekali tiga hari. Namun, setelah satu bulan berjalan, hujan yang diidam-idamkan gak juga kunjung turun. Suatu hari Pak Manar lagi i...

KKK : Hukum Rimba kala musim hujan datang

Hukum rimba kala musim hujan datang Enggak manusia enggak hewan kalau udah masuk musim hujan, bawaannya seneng-seneng bete. Seneng, karena bisa bobo melingkar dengan enaknya. Bete, karena kemana-mana gak leluasa, dingin pula. Iya kan? Enaknya emang tidur deh, udah titik. Di keluarga kucing, sebenernya terlihat  adem ayem aja, tapi yang namanya juga kehidupan, adaaaa aja yang bikin senewen. Uun dan Enning, kini lagi bete-betean gara-gara rebutan kasur empuk. Jiahh…yang direbutin mending bener-bener kasur empuk dalam artian yang sebenernya, ini mah cuma sebuah kardus bekas tarok indomie!! Heheheheheh….. Iya, kucing kalau udah hujan gini bawaannya di rumah terus, gak main dan maunya pengen melingkar di kardus, bobo. Bangunnya, palingan cuma buang air sama makan, sisanya ya tidur (enak bener ya…?) Pagi ini kembali hujan mengguyur, deres banget. Satria, Pak Manar, Mak Unang dan Kak Yani sepertinya menunda semua gaweannya alias di rumah saja. Hujan deres yang d...

Disaster of Bulu Hidung....

Gambar
Nah, tu bulu idung. Makin ke sini makin banyak yang menganggap remeh bulu idung nongol. Kalau saya bilang sih udah fashion disaster lho setelah ketek basah. Tuhan menciptkan bulu hidung sebagai salahsatu konten 'wajib' pada tubuh kita dengan fungsi yang mantab beuuud (kata terakhir baca dgn cara bibir membentuk huruf Z) Heheheh... Patut diketahui fungsi bulu idung, adalah sebagai penyaring  partikel-partikel kecil terutama debu yang terkadang membawa bakteri, virus dan benda asing berbahaya yang masuk kedalam hidung kita noh. Dengan adanya efek filter ini  partikel-partikel tersebut tidak begitu aja bisa masuk kedalam sistem pernafasan yang berakhir di paru-paru, namun membuangnya lewat mekanisme bersin. Hichiiiiiiiiiiiim! Lalu apa yang terjadi apabila kita mencabut bulu idung? Apa hayooo? Hasil browsing saya ini nih: "karena kulit dan jaringan lunak berada diantara bulu-bulu hidung, maka ketika kita mencabut bulu hidung, a...

Menjelang malam pertama ngekost

Gambar
Senen sore menjelang magrib saya tiba di 'rumah' gw yang baru. Tempat kost. Rumah kost ini masih berada dalam kawasan industri pulogadung, lebih mengarah ke terminal bis pulogadung, jakarta timur. Dia berada di salahstau rumah yang deket dengan jalan raya. Meski agak masuk gang 50 meteran, rumah ini cling sendirian di antara sesaknya rumah warga di gang senggol. Rumah ini berlantai dua. Lantai satu pemilik kost bertempat tinggal. Lantai dua, ada 8 kamar sewaan dengan model hadap-hadapan. Dikatakan cling, karena kata pemiliknya baru dibangun ulang alias renovasi habis-habisan. Ternyata ga di lantai dua aja banyak kamar sewaan, ternyata di lantai satu ada sekitar 5 kali ya kamar ukuran besar. Ih, otak bisnis pemilik rumah kenceng juga ya. Ya iyalah, ini jakarta bukan padang, jadi sejengkal tanah harus dijadiin duit. Tok tok tok. Teng nong teng nong. Yang diketok masih belum nyahut. Tok tok tok lagi, eh baru nongol seorang nenek-nenek dari depan pagar, bukan...