Langsung ke konten utama

Gulana Gunung Bunder



Sabtu 12 Agustus 2017
…..agaknya perdana lagi bisa jalan-jalan hepi bareng kawan-kawan senasib yang udah muak sama keriuhan ibukota.

Kali ini temen jalan-jalan saya adalah mereka yang sekantor . Iyes, perdana saya jalan-jalan dengan temen sekantor setelah 5 tahun bekerja. Maksudnya dalam jumlah sebesar ini, untuk pertamakalinya.

Semua bermula ketika usai rapat ILC, saya melipir ke mol Arion, mol favorit saya karena deket banget sama kantor.  Begitu sampe mol saya ke XXI, trus nonton film Annabele: Creation.
Sendirian. Iyes, sendirian seperti biasanya. Karena memang masih belum berkeluarga dan enggak mau pacaran, dosa. Hahah…asik.

Jadi sekelar nonton, saya WA-an lah dengan Syafaati. Reporter junior saya yang cantik jelita, berharap dia masih melek dan mau diajak nongkrong di Mc.D.  Ternyata, doi masuk sore dan lagi di deket-deket Mol Arion juga. Ya sudah, kamipun ketemuan.
“Neng, besok lari pagi yuk di velodrome?”’
“Ga bisa bang, besok mau jalan-jalan ke Bogor,”
“Kemana?’
Dan berceritalah ia. Sayapun menjerit pilu kesenengan dan pengen ikut. Pas banget. Abis sakit, dan butuh sosana yang seger-seger.

Maka diaturlah semuanya.
Dan terjadilah jalan-jalan hepi itu setelah sekian lama tak pernah ada lagi jalan-jalan heboh dengan Julianda Rachman, ex housemate. Tujuan utama adalah Curug Ngumpet, Gunung Bunder, Bogor dan hutan pinus deket-deket situ. Nah ini dia foto-foto kehebohan kami. Selamat berdecak kagum, heheheh…










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menggenggam Batam

Akhir April 2015 silam saya mengambil cuti tahunan untuk sejumlah kepentingan dunia akhirat. Aseek. Namanya juga cuti ya, apalagi agenda ini tak biasa sudah barang tentu menjadi sebuah hal yang sangat dinanti -nantikan. Tapi sory ya bro en sist, di tulisan kali ini, agenda yang tak biasa itu ga bisa saya paparkan yak, rahasia negara soalnya. Tapi kalo soal kehebohan saya jalan-jalan di Batam dan ngapain aja selama pulang kampung, pasti akan saya ceritakan dengan riang gembira. Like usually... Eh eh kok ke Batam? mau belanja barang elektronik?? Ennah itu dia. Critanya saya mau ke Singapura melalu cara yang ga biasa dari Jakarta. Saya udah menyusun segala sesuatunya untuk solo traveling ke sana. Dua bulan sebelumnya deh, sampe saya beli guiding book segala lho. Jakarta flight ke Batam, trus naik ferry buat nyebrang ke singapura. Kalo Jkt-Sin, basik. Terlalu biasa. Kalo via Batam, ada tiga pengalaman di tiga daerah yang berbeda yang tentunya punya kehebohan tersendiri. Ka...

PACAH TALUA !

Setelah penantian lima tahun lebih, akhirnya bisa mudik lebaran juga tahun ini. 1 Syawal 1438 H, alias 2017. Aroma bisa merasakan nikmatnya mudik lebaran itu sebenarnya udah kecium sejak saya mutasi. Dari divisi Jakarta News Daily ke Current Affairs. Sejak itulah saya selalu berdoa agar beneran gitu bisa pulkam. Dan beneran aja, alhamdulillah doa dijabah. Dan mau tahu rasanya gimana? TAK BISA DILUKIS PAKE KATA-KATA. BAHAGIA LAHIR BATHIN MESKI KANTONG TERKURAS. wkwkwkwk.... Gimana enggak, di saat orang bersuka cita mudik dengan berbagai cara, saya justru berjibaku di jalanan guna kerja, liputan mudik. Kalo enggakpun kebagian, dipastikan hari H, saya kerja. Liputan. Jadinya sedih dobel-dobel gitu. Makanya, ketika kesempatan itu datang, bahagia dobel-dobel juga. Merasakan gimana deg-degan nya menunggu hari kepulangan. Menikmati detik demi detik berburu oleh-oleh, belanja pakaian di Tanah Abang. Belum lagi impian, merasakan riuhnya ruang tunggu bandara. Bareng-bareng dengan para pemud...

catatan perpisahanku dengan SUSHI FM

BEuuuuuhh.....5 tahun setengah lebih kurang gue dibesarkan sekaligus ikut membesarkan SUSHI FM.......dua pekan jelang ramadan tahun 2003, gue masih menjadi anak muda item, bau, kampungan dan tak begitu berharap banyak untuk diterima di sushi fm, namun sekarang dua pekan jelang ramadan 2009, yang item, bau, kampungan itu telah menyudahi karirnya di SUSHI FAM YANG KINI MENJADI RADIO TERBAIK PERTAMA DI SUMBAR. BERKAT ARIL Adalah khairil anwar tanjung a.k.a arya danta a.k.a aril yang betul-betul berjasa membawa gue menjadi seorang ricki satria, yang dulunya hanya dikenal sebagai Yovan Etreusca dan Rizki Borobudur (at BOOS FM) dari sebuah radio kecil di pelosok pecinan. Dua pekan sebelum ramadan 2003, lima anak muda cowok duduk harap-harap cemas menunggu namanya dipangil buat wawancara. Ke lima anak muda itu (lupa-lupa inget ya) Aril, ricki, Sutan, Ari Jangkung, satu anak UNP dan satu lagi anak UPI, gue lupa namanya. Jujur, secara fisik gue nomor terburuk ke d...