Langsung ke konten utama

Akhirnya...Kak, Kami ke Gunung Padang Cianjur (1)

It is an exuberant writing of a group of travelers, and honest expression of a young journalist about his love for the Nusantara.

He tried to open his eyes to the history of ancient civilizations




Happy reading...

****




Arrrggghhhh....

Saya nulis blogg ini dalam kondisi lagi pengen bakar rumah orang sekampung!!! Kesel banget. Murka lebih tepatnya. ini gara-gara berdebat ga pernah usai soal jodoh dengan kakak tertua.

Pengen banting leptop ini, tapi inget cicilannya baru jalan 5 bulan. Heheheheh....
Kesel dah, kalo bahas jodoh dibumbui dengan pemaksaan kehendak gini. Lagian kejombloan saya juga ga hina-nista gitu juga kelleus.

Ganti topik yuk. Topiknya, upaya jomblo mencari kebahagian, selain kawin. aseiiik.

Apa itu? 

Plesssirrrrran. Jalan-jalan, hura-hura, makan-makan, foto-foto, aplud-aplud, ngetag-ngetag, lalu komen-komenan deh. 

Sedep.

Itulah salahsatu alasan kenapa saya memilih pekerjaan jadi wartawan. Bisa jalan-jalan.

Dengan jalan-jalan bisa tahu banyak hal, dapet temen baru dan bisa bikin sirik temen lama di sosmed. Hahahah...kan iko lho a!

Begitulah dengan apa yang saya alami, sebuah weekend di akhir maret 2015. Sabtu 28 Maret lalu. Sehari habis gajian saya berhasil napak di puncak Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Jawa barat.




Semua berawal dari hebohnya pemberitaan di media online saat SBY memasuki tahun terakhir jadi presiden. Bahwasanya, Cianjur, Indonesia punya situs purbakala terbesar di asia tenggara. Bahkan dikatakannya, sudah ada sebelum piramida mesir di bangun. WOW YA?

Bangga ga sih? saya langsung merinding.

Ditambah pula, kantor saya tvOne sempet ngirim tim dan live disana. Kenapa musti live disana? Karena SBY mau datang melihat hasil penilitian para ahli di situs yang dilabeli megalitikum ini.


ooo....

Lalu apa urusannya seorang presiden bela-belain ngos-ngosan naik 'gunung'? Dari literatur yang saya baca, presiden SBY atas nama pemerintah RI begitu mensupport keinginan sejumlah peneliti untuk melakukan riset. Presiden SBY mencairkan anggaran milyaran rupiah guna penelitian tersebut. Sejak itu ekspos media Tanah Air 'menggemparkan' dunia kepurbakalaan, termasuk mengusik ketenangan hati traveler cemen dan
pecinta sejarah peradaban macam saya. Heheheheh....



Kenapa dibilang menggemparkan buk?

1. Hasil survei Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) pada 2011 bilang, umur lapisan batu di sana diperkirakan dibangun sejak zaman es (Republika.co.id)
temuan ini sangat menggemparkan. Pasalnya, di zaman es, manusia dipercaya masih sangat primitif sehingga ga bisa bikin bangunan dengan struktur yang
ciamik cong. Trus biasa deh, bisa ditebak, saling tuding dan saling cibir antar arkeolog itu.

2. Katanya, usia Gunung Padang mengalahkan usia piramida Giza di Mesir.

3. Katanya lagi, punden berundak disebut sudah ada 5.000 sebelum masehi atau pada zaman Nabi Ibrahim. Namun kata pengelola, 
usia level atas gunung Padang 2500 SM, undukan tengah 7000 SM dan undakan bawah 11 ribu tahun SM.

4. Trus, ada yang nyebar opini di dalamnya ada Piramida dan timbunan emas!

5. Tahun 1979 saat asik nyangkul, masyarakat dikejutkan dengan ditemukannya batu berlimpa di beberapa titik.

5. tahun 1980, tim arkeologi nasional (Arkenas) bidang sejarah kepurbakalaan datang ke situs ini untuk meneliti lebih lanjut.

6. Tahun 1981, ada penggalian skala kecil. setahun kemudian dilakukan pemugaran awal, poon poon ditebang, tanah-tanah dikeruk, lalu mulai
terlihat teras-teras berundaknya bow, ho oh.

7. Gunung Padang Cianjur jadi ngetop, hingga memancing birahi saya untuk segera kesana.

Begitu.


Huuffft, basic knowledgenya udah di dapet. Ketika itu sayapun asik googling mengikuti perkembangan terbaru. Sambil terus mencari saat yang tepat berkunjung. 

Buka-buka wikipedia, hingga beli buku tentang asa asul Gunung Padang ini guna mengumpulkan asumsi, memilih mana yang fakta dan mana  kategori argumentasi. Tujuannya, biar saya ga tersesat aja dalam menerima informasi. Kan iko lho a.......hahahah




Keren ya gue? hahahahah.....


nyambungggg---->

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menggenggam Batam

Akhir April 2015 silam saya mengambil cuti tahunan untuk sejumlah kepentingan dunia akhirat. Aseek. Namanya juga cuti ya, apalagi agenda ini tak biasa sudah barang tentu menjadi sebuah hal yang sangat dinanti -nantikan. Tapi sory ya bro en sist, di tulisan kali ini, agenda yang tak biasa itu ga bisa saya paparkan yak, rahasia negara soalnya. Tapi kalo soal kehebohan saya jalan-jalan di Batam dan ngapain aja selama pulang kampung, pasti akan saya ceritakan dengan riang gembira. Like usually... Eh eh kok ke Batam? mau belanja barang elektronik?? Ennah itu dia. Critanya saya mau ke Singapura melalu cara yang ga biasa dari Jakarta. Saya udah menyusun segala sesuatunya untuk solo traveling ke sana. Dua bulan sebelumnya deh, sampe saya beli guiding book segala lho. Jakarta flight ke Batam, trus naik ferry buat nyebrang ke singapura. Kalo Jkt-Sin, basik. Terlalu biasa. Kalo via Batam, ada tiga pengalaman di tiga daerah yang berbeda yang tentunya punya kehebohan tersendiri. Ka...

PACAH TALUA !

Setelah penantian lima tahun lebih, akhirnya bisa mudik lebaran juga tahun ini. 1 Syawal 1438 H, alias 2017. Aroma bisa merasakan nikmatnya mudik lebaran itu sebenarnya udah kecium sejak saya mutasi. Dari divisi Jakarta News Daily ke Current Affairs. Sejak itulah saya selalu berdoa agar beneran gitu bisa pulkam. Dan beneran aja, alhamdulillah doa dijabah. Dan mau tahu rasanya gimana? TAK BISA DILUKIS PAKE KATA-KATA. BAHAGIA LAHIR BATHIN MESKI KANTONG TERKURAS. wkwkwkwk.... Gimana enggak, di saat orang bersuka cita mudik dengan berbagai cara, saya justru berjibaku di jalanan guna kerja, liputan mudik. Kalo enggakpun kebagian, dipastikan hari H, saya kerja. Liputan. Jadinya sedih dobel-dobel gitu. Makanya, ketika kesempatan itu datang, bahagia dobel-dobel juga. Merasakan gimana deg-degan nya menunggu hari kepulangan. Menikmati detik demi detik berburu oleh-oleh, belanja pakaian di Tanah Abang. Belum lagi impian, merasakan riuhnya ruang tunggu bandara. Bareng-bareng dengan para pemud...

catatan perpisahanku dengan SUSHI FM

BEuuuuuhh.....5 tahun setengah lebih kurang gue dibesarkan sekaligus ikut membesarkan SUSHI FM.......dua pekan jelang ramadan tahun 2003, gue masih menjadi anak muda item, bau, kampungan dan tak begitu berharap banyak untuk diterima di sushi fm, namun sekarang dua pekan jelang ramadan 2009, yang item, bau, kampungan itu telah menyudahi karirnya di SUSHI FAM YANG KINI MENJADI RADIO TERBAIK PERTAMA DI SUMBAR. BERKAT ARIL Adalah khairil anwar tanjung a.k.a arya danta a.k.a aril yang betul-betul berjasa membawa gue menjadi seorang ricki satria, yang dulunya hanya dikenal sebagai Yovan Etreusca dan Rizki Borobudur (at BOOS FM) dari sebuah radio kecil di pelosok pecinan. Dua pekan sebelum ramadan 2003, lima anak muda cowok duduk harap-harap cemas menunggu namanya dipangil buat wawancara. Ke lima anak muda itu (lupa-lupa inget ya) Aril, ricki, Sutan, Ari Jangkung, satu anak UNP dan satu lagi anak UPI, gue lupa namanya. Jujur, secara fisik gue nomor terburuk ke d...