Langsung ke konten utama

Selat Karimata......Day by Day (bagian 6)



Day 6 

Gw ketemu orang minang di kapal!!! 

Horeeeeeee....... 

Hahahah.... 

Rasanya seperti nemu harta karun. Ga bermaksud rasis sih, pasti yang saya alami ini juga kamu alami juga barangkali. Ada chemistry yang susah dijelaskan kalo ketemu orang sekampung di rantau, sekalipun ga pernah kenal sebelumnya. Ya kan? 

Kejadian ini terjadi saat mau sarapan di dapur. 

Setengah sadar kedengaran obrolan dalam bahasa yang saya kenal banget. Sambil oles-oles roti, saya terus nguping. Terus terus terus dan terus... 

"Urang padang bang?" Tanya saya seneng. 

"Yo!" 
Yihaaaaaaaaa......... 

Feeling saya ga pernah salah dalam kasus tebak-tebak buah manggis beginian. 

Sejak awal ketemu muka dua orang ini, saya yakin ini orang awak. 

Satu orang selalu pake baju kerja dengan nama "imra chatib" 

Nama dan mukanya Minang banget, sejak awal. Satu lagi temennya, Frizi. 

Bisa ditebak, kenal ga kenal, Kamipun langsung hebboh berbahasa minang di dapur. 

Seperti ketemu temen lama. Ada rasa seneng banget di antara kami bertiga. Yang sejak semula saya pikir akan mustahil bertemu orang Minang di Kapal ini. Kalo ga arab, batak atau gak jawa, atau gak betawi. 

Keknya gimana gituuu menterapi lidah kembali ke selera asal....hahahah ya kan? 


Kamipun terlibat obrolan hebboh soal perkembangan evakuasi terkini, dalam bahasa Minang doooong. 

"Katonyo tim ROV baliak bang hari ko?" Tanya saya 
"Iyo. Ka jakarta lai" 
"Paiii cieeeek!" 
"Baa tu?" 
"Bosan bana bang heheh..." 
"Hehe...kok dikecek an bosan, bosanlah kami lai," 

Bla bla bla.... 

Duh senangnya, saya pikir saya doang yang bule ostrali disini, ternyata ada dua orang lagi. Senangnya pagi ini!! 

Hahahahha..... 

Pada pertemuan ke dua dengan bang Imra, secara tak sengaja di dek atas (bridge), kamipun ngobrol lebih private. 
Seneng banget rasanya entah kenapa ketemu sesama orang Minang kali ini. Seperti bersua dengan saudara. 

Setelah mindik-mindik menuju tempat bang imra, pembicaraanpun dimulai. 

"Baa, iyo kapulang juo?" Tanya bang Imra 
"Iyo kok dapek bang" 
"Bang rencana pulang jo kapa mayit (KN Pacitan). Antah kini antah bisuak, alun jaleh. Nan jaleh, kami ndak ado operasi disiko lai doh" 
"Tulah bang a. Manangguang sadonyo. Kepala basarnas rencana mau kamari, badan pesawat alun tarapuang lai, indak ka mungkin se bisa ikuik pulang," 

"Proyeksi kantua ambo 3 minggu" 

Mati gw!!! Langsung lemes 

"Emang baa bana?" 
"Bosan bang. Asam lambuang wak naik taruih, ubek makin menipis" 
"Jan talek makan, santai selah. Mainlah ka bunker bang, main games wak sinan. Apo nan bapikian?" 
"Pengen pulang, ndak tabiaso mungkin bang lamo-lamo di lawik" 
"Ambo, alah duo tahun ndak kalawik. Iko pulo nan pertamo mah sajak duo tahun" 

Curhat makin banyak. Saya meminta no hape. Yang jelas, ada rasa sedih bakal mau pisah dengan duo urang awak tadi. 

"Dari Padang apo Bukik bang?" 
"Bukik (bukittinggi)" 

Lagi-lagi feeling saya bener. Muka-muka orang bukittinggi gt. 

Dari bridge saya menatap ke dek, dimana kontener warna putih sekaligus kamar bang imra dkk hidup. Karena kamar udah penuh di kapal ini, terpaksa deh. 

kontener tempat nginep kru ROV


Saya menatap kontener itu, seolah-olah tak akan pernah bersua lagi dengan duo urang awak tadi. Drama banget ga sih gw? Lebay! 

Apalagi kata Pak Untung, malam ini kapal pacitan akan merapat ke teluk kumai (2 hari 1 malem). Dan duo urang awak tadipun pergi. 

Allah mengatur pertemuan ini sangat indah, dan memang benar, sebaiknya pergilah sebelum orang bosan sama kita. Karena orang akan selalu merindukan dan merasa senang dan selalu butuh sama kita. 

Alhamdulillah pelajaran di hari ke 6 ini. 


   Bang Imra (tengah)


    Frizi...


    Bareng kru ROV

Dan, menjelang sore, empat kru ROV berangkat dan pindah kapal. 

Saya+audrey merasa pengen ikut banget! Kita melepas kepergian kru ROV. Foto-foto buat kenangan. 

Bad news and goodnya adalah: 
Frizi, pulang duluan. 
Bang imra, masih di kapal saya. 

Hasil evakuasi hari ini: 
5 jenazah ditemukan. 4 udah diangkat. Satu diduga kuat pilot, keliatan dari seragamnya. Tau gak, bahkan ada satu penumpang yang ditemukan telah memakai jaket pelampung. Itu berarti....itu berarti.....? 

Wish: segera mendarat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

catatan perpisahanku dengan SUSHI FM

BEuuuuuhh.....5 tahun setengah lebih kurang gue dibesarkan sekaligus ikut membesarkan SUSHI FM.......dua pekan jelang ramadan tahun 2003, gue masih menjadi anak muda item, bau, kampungan dan tak begitu berharap banyak untuk diterima di sushi fm, namun sekarang dua pekan jelang ramadan 2009, yang item, bau, kampungan itu telah menyudahi karirnya di SUSHI FAM YANG KINI MENJADI RADIO TERBAIK PERTAMA DI SUMBAR. BERKAT ARIL Adalah khairil anwar tanjung a.k.a arya danta a.k.a aril yang betul-betul berjasa membawa gue menjadi seorang ricki satria, yang dulunya hanya dikenal sebagai Yovan Etreusca dan Rizki Borobudur (at BOOS FM) dari sebuah radio kecil di pelosok pecinan. Dua pekan sebelum ramadan 2003, lima anak muda cowok duduk harap-harap cemas menunggu namanya dipangil buat wawancara. Ke lima anak muda itu (lupa-lupa inget ya) Aril, ricki, Sutan, Ari Jangkung, satu anak UNP dan satu lagi anak UPI, gue lupa namanya. Jujur, secara fisik gue nomor terburuk ke d...

Kehebohan di Lombok

Huuft, welcome to london! Eh salah, welkom tu lombok. Otak ye, bawaannya ke London aja! Habis hurufnya mirip-mirip sih, udah gitu jumlah hurufnya juga enam, ga dosa dong? Saya terbiasa menginjakan kaki kiri dulu ketimbang kanan, untuk beberapa hal 'keramat' buat saya. Di antaranya, masuk pesawat, biar minta selamat. Trus sepulang opname, biar ga balik-balik lagi. Lalu sekarang, turun pesawat di bandara Praya, Mataram. Biar apa coba? Biar bisa kembali lagi kesini beso-besok, Lombok itu indah banget lho. Jadi harap diinget, ini bukan atas dasar percaya tahayul lho tapi murni karena alasan pribadi aja. So, I like being different. Kan, orang suka bilang, untuk hal yang baik-baik itu adanya di arah kanan atau segala sesuatu pekerjaan sebaiknya didahuli dengan apa yang berada di sisi kanan badan. Tapi kalau makan masih pakai tangan kanan kok, hahahah....Saya sih pengen beda aja, case close ! Turun tangga pesawat, trus nunduk-nunduk keberatan bawa tentenga...

KKK: Mandiin kucing, beneran bisa mendatangkan hujan??

Mandiin kucing…..beneran bisa mendatangkan hujan??? Eh eh, pada percaya gak sih sama mitos yang satu ini? Percaya gak percaya sih, tapi ada yang menjalankannya lho. Buktinya Pak Manar. Pemilik rumah tempat para kucing lucu berkumpul ini lagi kehabisan ide buat usaha pertaniannya. Maklum, sekarang lagi musim kemarau. Mau gak mau, pengairan buat ke sawah dan empang milik Pak Manar ikut terpengaruh. Apalagi semua petani di kampung Pak Manar serentak masuk masa tanam. Jadi, semuanya wajib kebagian air yang cukup biar padinya gak mati. Sementara air yang mengalir juga sedikit. Tak jarang sesama petani ada yang cekcok gara-gara ada yang main curang rebutan air. Dasar Pak Manar gak mau ribut-ribut diajakinlah para warga kampung musyawarah untuk menggelar salat Istighosah buat minta hujan. Maka jadilah para warga menyelenggarakannya secara berjamah, rutin sekali tiga hari. Namun, setelah satu bulan berjalan, hujan yang diidam-idamkan gak juga kunjung turun. Suatu hari Pak Manar lagi i...