Langsung ke konten utama

Drama norak di depan mesin Faks....

MESIN FAKS dan kenorakan yang terjadi.....!!













Hai smua, hafal banget dong ya kalo Mesin faks pertama kali dibuat dan dipatenkan pada tahun 1843 oleh Alexander Bain, seorang fisikawan Skotlandia.

Trus pada tahun 1862, fisikawan Italia Giovanni Caselli membangun sebuah mesin yang dia disebut
 pantelegraph (perpaduan antara pantograph dan telegraf), yang didasarkan pada penemuan Bain.

Seiring berjalannya waktu, mesin faks terus mengalami perkembangan, terutama dalam hal perbaikan kecepatan transmisinya (pengirimannya). Hal ini terjadi karena semakin besar kecepatan transmisi, semakin cepat pula dokumen dapat terkirimkan, begono...

Ringkasnya, mesin ini membantu bangeeeett dalam hal surat menyurat, top banget deh
gak butuh waktu lebih lima menit untuk berkirim dokumen.

BTW, ngomongin soal mesin fax, ada kisah horor terjadi di kantor saya
PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, Riau. Hihihihihi...jadi maluw nulis cerita dibagian ini.
Knapa? gak bisa ya nge fax? hayooooo ngaku???

IYA !!!!

Hahahahahha. malu-maluin banget sih. Udah puluhan abad kerja kantoran, teteup gaptek.


Masalahnya gini. Memang, saya berpengalaman cukup lama kerja di kantor yang punya
mesin faxnya. Cuman ya itu, keseharian aktifitas saya disana hampirrrr gak pernah
bersentuhan dengan barang yang satu ini. Bersentuhan sih pernah, cuman menggunakannya,
haduhhh lupa-lupa inget, pernah apa gak gitu ya? Namanya juga wartawan, penyiar
jarang banget kan ya kita menggunakan mesin fax buat ngirim berita, selagi masih bisa
ke kantor, selagi masih bisa online, bye bye dulu deh buat mesin fax.

Dibilang pernah, udah lamaaaaaaaa banget. Diajarin sih, cuman emang dasarnya gak pernah
tertarik bin terniat, akibatnya mengalir begitu saja petunjuk dari temen kala itu. Hihihihihi.....

Nah, sekarang setelah zaman batu berlalu, dan siapa sangka saya sekarang bekerja jadi orang kantoran
mau gak mau berkenalan kembalilah kami suatu hari di bulan Desember.

"Hai kenalin, Ricki,"
"Fexi...."


Sok imut deh!


Mula-mulanya, namanya juga anak baru, ada senior yang ngajarin cara mengirim dokument pake mesin fax. Dengan
patuhnya, saya catat langkah demi langkah sambil manggut-manggut sok paham, ketika sang senior memperagakan
cara mengirim fax.

Seniorku yang bernama Bambang Septian Damanik, yang kelahiran 1987 (aduhhh data ini penting gak sihh??), dengan
lincahnya memencet2 tombol bersama jari lentiknya.

Jadi caranya gini:

1. Pastikan tulisan di monitor fax tertulis "ready"
2. Kemudian pencet tombol "Fax"
3. Trus masukan nomer tujuan
4. Dan pencet start...


Zruuuttt...zruuuuttttt......kertas yang ditarok di...aduh apa namanya ya tu tempatnya? Apaan sih, ada yang tau ga?
Pokoknya disitu deh. Kertas itu desedot ke dalam mesin, dan meluncur lagi di bawahnya.

Trus

5. Cek kembali di monitor, apakah udah ada laporan Sending dan berapa paper yang terkirim. Kalo udah ada, berarti nge-fax nya
sukses.


Oooooo, gampang!!! gampang banget mah ini yeaaach. Bambangpun mendelik murka ke saya.
Hihihh...




"Ngerti kan Ki, gimana cara ngefax?"
"Ngerti duooooong!"


Dan dua minggu kemudian, suatu siang, saya disuruh nge fax beberapa lembar oleh si Bambang, lengkap
dengan secarik kertas bertuliskan nomor tujuan.

HADUHHHH, GAWAT NIH!!???

Dengan niat untuk gak malu-maluin, saya ambil contekan, bagaimana cara nge fax yang pernah saya tulis itu.
Agar gak kentara buka bukunya hanya untuk baca petunjuk, secarik kertas berisikan nomur tujuan tadi
saya selipkan di dalam buku, hihihihihi.....

Hap hap hap, sayapun berjalan anggun menuju mesin fax, persis di tengah-tengah ruangan. Di depan mesin fax,
saya berdiri mematung, mikir sejenak.

"Haduh, kok jadi demam panggung gini ya?"


Aduh duh duh, dag dig dug ini jantung, mana lembaran tadi? mana halaman tempat petunjuk yang ku catat lalu? aduh
mana mana mana mana????


Satu menit dua menit, mba-mba cina yang mejanya di sebelah mesin fax mulai curiga liat saya.
Mungkin si cici bergumam begini:

"Bisa gak sih nge fax??????"


Hihihih...betulll betull suara hatimu cicik. Saya gak terlalu akrab sama cicik satu ini, makanya demi harga
diri, saya gak menegur dan minta tolong ke dia. Jiaaah.....


Dan akhirnya ketemu juga secarik kertas tadi. Untung siang itu, sosana kantorku hectic banget, semuanya pada serius
melotot ke monitor sambil mengap-mengap di telpon extension. Seenggaknya, kerisihan saya gak banyak yang tahu.


Hihihih...saya mencoba mengangkat secarik kertas, biar dikatain saya sibuk nyari nomer tujuan, padahaaaaall.....


satu dua tiga.

Saya jalankanlan satu per satu perintah yang saya catat.


Satu halaman, dua halaman sampai halaman ke enam, sudah saya fax. Semua instruksi di buku catatan SEPERTINYA sudah
saya jalankan dengan baik dan benar. SEPERTINYA....

Di akhir sesi, saya melirik ke cicik tadi, sambil berujar dalam hati "Tuhkan guw bisa nge fax, hih!"


Sayapun kembali ke meja.

Dua menit tiga menit setelah itu, kok mesin fax itu berisik yah?????

Meja saya dan meja Bambang kan saling hadap-hadapan gitu, tapi komputer kita saling membalakangi, YA IYALAH TOLOL !!

Dari mesin fax sejak tadi kok brisik gitu ya, brisik bunyi kek kita lagi mencet nomor tujuan trus speakernya di idupin.
Kebayangkan? Jadi nyaring banget dong bunyi deretan nomor-nomor yang di re-call gitu. Apalagi volumenya pull banget.


Sayapun melirik khawatir ke Bambang. Namun dia sibuk mlototin monitor. Tiga kali empat kali lima kali, aduh
pasti ada yang gak beres sama fax saya tadi. aduh aduh duh duh....

"Mbang, itu mesin fax kok masih bunyi-bunyi gitu ya?"
"Hah? Oh, iya ya,"
"Tadi gue nge fax, bener kok, sesuai petunjuk yang gw catat,"
"Tapi liatkan di monitor fax, laporan ter sending apa gaknya dan berapa jumlah lembarannya?"
"Liat, sending kok statusnya. Aduh, coba cek lagi dong Mbang, kali-kali aja salah,"

Bambangpun mulai resah, dan segera menuju mesin fax. Tapi saya gak ikut, maluw!!! Hihihi..curang ah.


Saya liat dari kejauhan, terlihat Bambang mengecek-ngecek, dan gak lama kemudian dia balik.


"Gimana Mbang, sukses terkirimkan?"
"Iya, keknya masalah jaringan deh, belum ke sending juga. Udahlah, biarin aja, ntar juga terkirim kalo jaringan udah
baik lagi,"


Oke. semoga saja.

Dan begitu pantat bambang dan saya menyentuh kursi masing-masing, si mesin fax brisik lagi, tut tat tut tat tut tat tut...


Kamipun saling berpandangan, RESAH !


Hahahahahahahahahhaah.....


Gimana gak resah coba, ada banyak alasan:
1. Itu dokument maha penting, harus secepatnya nyampe.
2. Perasaan baru kali ini doang saya mendengar bebunyian begitu dari mesin fax setelah saya pakai
3. Resah, yaaa, malu-maluin banget, hare gene nge fax gak bisa!!!

Kita gak tenang, dan kemudian ke mesin fax bareng.

Bambang kembali mengirimkan enam halaman kertas yang saya fax tadi. Langkah satu dua tiga dan sampai pada langkah ke empat,
KOK BEDA YA??????


Hayooo.....

Ternyata oh ternyata, ngefax itu gak helai per helai jika halamannya banyak.

Kalau versi saya kan gini: masukin satu kertas, pencet nomor. Trus masukin kertas yang lain, pencet nomor yang sama
lagi, begitu seterusnya sampai pada halaman terakhir. Otomatis di sistemnya mesin fax terbaca kalau saya nge fax ke nomor
yang sama sebanyak enam kali. Eh, ngerti kan ya? ribetttt...


TAPI VERSINYA BAMBANG ADALAH: Masukin semua dokument/kertas yang mau di fax ke tempat apa gitu ah namanya, lalu
pencet fax, tekan nomor tujuan dan klik start. Dan fax pun tersending di layar monitor.


OOOOOOOOOOOOOOOOOooooooooooooo...gitu toh!


"Jadi gak harus satu-satu lah," umpat Bambang bete. Dan kamipun bergegas ke meja masing-masing.
Dan baru aja duduk, tiba-tiba mesin fax itu BERBUNYI LAGI....


Kamipun saling berpandangan lagi.

"Ah, jaringan kali tuh gak beres!" sahut Bambang membela diri.


Hahahahahahahahahah.................


**************

Komentar

Postingan populer dari blog ini

catatan perpisahanku dengan SUSHI FM

BEuuuuuhh.....5 tahun setengah lebih kurang gue dibesarkan sekaligus ikut membesarkan SUSHI FM.......dua pekan jelang ramadan tahun 2003, gue masih menjadi anak muda item, bau, kampungan dan tak begitu berharap banyak untuk diterima di sushi fm, namun sekarang dua pekan jelang ramadan 2009, yang item, bau, kampungan itu telah menyudahi karirnya di SUSHI FAM YANG KINI MENJADI RADIO TERBAIK PERTAMA DI SUMBAR. BERKAT ARIL Adalah khairil anwar tanjung a.k.a arya danta a.k.a aril yang betul-betul berjasa membawa gue menjadi seorang ricki satria, yang dulunya hanya dikenal sebagai Yovan Etreusca dan Rizki Borobudur (at BOOS FM) dari sebuah radio kecil di pelosok pecinan. Dua pekan sebelum ramadan 2003, lima anak muda cowok duduk harap-harap cemas menunggu namanya dipangil buat wawancara. Ke lima anak muda itu (lupa-lupa inget ya) Aril, ricki, Sutan, Ari Jangkung, satu anak UNP dan satu lagi anak UPI, gue lupa namanya. Jujur, secara fisik gue nomor terburuk ke d...

Kehebohan di Lombok

Huuft, welcome to london! Eh salah, welkom tu lombok. Otak ye, bawaannya ke London aja! Habis hurufnya mirip-mirip sih, udah gitu jumlah hurufnya juga enam, ga dosa dong? Saya terbiasa menginjakan kaki kiri dulu ketimbang kanan, untuk beberapa hal 'keramat' buat saya. Di antaranya, masuk pesawat, biar minta selamat. Trus sepulang opname, biar ga balik-balik lagi. Lalu sekarang, turun pesawat di bandara Praya, Mataram. Biar apa coba? Biar bisa kembali lagi kesini beso-besok, Lombok itu indah banget lho. Jadi harap diinget, ini bukan atas dasar percaya tahayul lho tapi murni karena alasan pribadi aja. So, I like being different. Kan, orang suka bilang, untuk hal yang baik-baik itu adanya di arah kanan atau segala sesuatu pekerjaan sebaiknya didahuli dengan apa yang berada di sisi kanan badan. Tapi kalau makan masih pakai tangan kanan kok, hahahah....Saya sih pengen beda aja, case close ! Turun tangga pesawat, trus nunduk-nunduk keberatan bawa tentenga...

KKK: Mandiin kucing, beneran bisa mendatangkan hujan??

Mandiin kucing…..beneran bisa mendatangkan hujan??? Eh eh, pada percaya gak sih sama mitos yang satu ini? Percaya gak percaya sih, tapi ada yang menjalankannya lho. Buktinya Pak Manar. Pemilik rumah tempat para kucing lucu berkumpul ini lagi kehabisan ide buat usaha pertaniannya. Maklum, sekarang lagi musim kemarau. Mau gak mau, pengairan buat ke sawah dan empang milik Pak Manar ikut terpengaruh. Apalagi semua petani di kampung Pak Manar serentak masuk masa tanam. Jadi, semuanya wajib kebagian air yang cukup biar padinya gak mati. Sementara air yang mengalir juga sedikit. Tak jarang sesama petani ada yang cekcok gara-gara ada yang main curang rebutan air. Dasar Pak Manar gak mau ribut-ribut diajakinlah para warga kampung musyawarah untuk menggelar salat Istighosah buat minta hujan. Maka jadilah para warga menyelenggarakannya secara berjamah, rutin sekali tiga hari. Namun, setelah satu bulan berjalan, hujan yang diidam-idamkan gak juga kunjung turun. Suatu hari Pak Manar lagi i...