Langsung ke konten utama

Hufffttttt






















Cuaca 32 derajat celcius di siang hari bikin gue mati gaya. Gimana tidak, bangun pukul sembilanan, mandi pukul sepuluhan dan berangkat pukul sebelasan, hunting berita jam duabelasan, menujut kantor jam satuaan dan pulang jam limaan (kadang sembilanan malam), membuat gue kian kuyu. Kata ahli, sinar matahari yang sangat berbahaya itu mulai pukul 10 pagi sampai dua siang. Sinar UV nya akan bikin cepet item.

Nah di jam segitulah gue beraktifitas, mencari orang2 penting entah ke kantornya ato kelapangan (TOLONG DICATET ORANG PENTING YANG GUE MAKSUD TIDAK CUMAN PEJABAT AJA, TAPI ORANG2 MARGINAL JUGA). Sebagai orang yang cukup sadar penampilan, tentunya setiap hari gue makai kostum paling nyaman, sedikit gaya, dan sedikit tidak wartawan look like (hehehhe iya dong, ini bagian dari Public Relation, gak ricki dong namanya kalo GA BEDA). Rambut dan muka pun jadi perhatian ekstra, tak lupa kesehatan kulit dipantau terus.

Biar terkesan mesos banget atau mantiak atau apalah......gue ga peduli anggapan lo, yang gue lakukan adalah menjaga penampilan, tetap fresh dan tentu saja langkah bijak menjaga aset ini sekalipun tak banyak para cowok wartawan yang melakukan hal sama. SEKALI LAGI GUE GA PEDULI ANGGAPAN LO BAGAIMANA.

Wah..cuaca yang tak bersahabat ini membuat gue frustasi. Panas. Kalo udah kepanasan gini, rasanya badan ini meleleh, ketek basah, rambut awut2an (apalagi sering makai helm), hand body seolah bikin tangan gatel-gatel dan licin, muka brasa mau pecah, krim tabir seolah menyerah, dan parfum yang gue semprotin SELALU disaat mau masuk kantor dan ketemu narasumber amblas dikalahkan bau panasnya matahari....

Sebenarnya waktu-waktu begini udah menjadi resiko dan makanan sehari-hari gue sejaka terjun sebagai wartawan tahun 2005 silam. Namun karena sempet kerja enak di Sushi FM, sempet terlupakan, dan semakin hari kian kangen dengan kondisi itu.

Akhirnya dengan segala kebulatan tekad, gue coba arungi lagi. Dan berhasil. Hanya saja ni ya, seandainya gue liputan di padang panjang atau bukittinggi, wwwwwwwwwooooow....alangkah lebih enaknya lagi, Cuacanya betul-betul bikin SEMAKIN KREATIF.

Wah, jaket2 distro gue bakal kepake semua, t-shirt mahal (punya juga kok meski tak banyak heheh..) akan sering dipake, apalagi dengan bahan yang tipis, cukup dengan berjaket ato cardigan saja, RASANYA UDAH CUKUP SOPAN BUAT MEWANCARAI SEORANG MENTRI SEKALIPUN....trus beberapa syal yang udah lama ngangguir, pada jadi barang wajib gue!!!

Gila segitu banget. Iya, buat gue penampilan, apapun profesinya tetap musti okeh, ngetrend, sedikit melawan arus dan tentu saja, nyaman adalah SYARAT UTAMA SEBELUM LIPUTAN.

BIar dikata tampang dan kulit gue ga putih dan ga keren kayak artis, tapi gue punya kepercayaan diri yang tinggi tapi tidak over. Biasanya kepedean gue ini gue tunjukan ama sikap dan costum yang sedikit melawan arus, anywhere.

Kata orang bijak neh, sejelek apapun kita, kalo kepercayaan diri kita udah pas, aura positif kita akan keluar terang banget. Dan gue PERCAYA BANGET AKAN ITU, MAKANYA MODAL GUE SELAMA INI KEBERANIAN YANG DIDORONG OLEH KEPEDEAN YANG SESUAI PORSI.

Selama ini gue hanya mau dan AKAN TERUS MAU berteman dengan orang yang punya kepedean tinggi. Ini mohon maaf banget kalo lo ga termasuk kategori ini.

Ibarat ungkapan klasik, bakawan jo harimau, tantu bau harimau pulo wak????

Iya dong, kalau ga bikin gue semkin pede, bye...bye....aja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menggenggam Batam

Akhir April 2015 silam saya mengambil cuti tahunan untuk sejumlah kepentingan dunia akhirat. Aseek. Namanya juga cuti ya, apalagi agenda ini tak biasa sudah barang tentu menjadi sebuah hal yang sangat dinanti -nantikan. Tapi sory ya bro en sist, di tulisan kali ini, agenda yang tak biasa itu ga bisa saya paparkan yak, rahasia negara soalnya. Tapi kalo soal kehebohan saya jalan-jalan di Batam dan ngapain aja selama pulang kampung, pasti akan saya ceritakan dengan riang gembira. Like usually... Eh eh kok ke Batam? mau belanja barang elektronik?? Ennah itu dia. Critanya saya mau ke Singapura melalu cara yang ga biasa dari Jakarta. Saya udah menyusun segala sesuatunya untuk solo traveling ke sana. Dua bulan sebelumnya deh, sampe saya beli guiding book segala lho. Jakarta flight ke Batam, trus naik ferry buat nyebrang ke singapura. Kalo Jkt-Sin, basik. Terlalu biasa. Kalo via Batam, ada tiga pengalaman di tiga daerah yang berbeda yang tentunya punya kehebohan tersendiri. Ka...

PACAH TALUA !

Setelah penantian lima tahun lebih, akhirnya bisa mudik lebaran juga tahun ini. 1 Syawal 1438 H, alias 2017. Aroma bisa merasakan nikmatnya mudik lebaran itu sebenarnya udah kecium sejak saya mutasi. Dari divisi Jakarta News Daily ke Current Affairs. Sejak itulah saya selalu berdoa agar beneran gitu bisa pulkam. Dan beneran aja, alhamdulillah doa dijabah. Dan mau tahu rasanya gimana? TAK BISA DILUKIS PAKE KATA-KATA. BAHAGIA LAHIR BATHIN MESKI KANTONG TERKURAS. wkwkwkwk.... Gimana enggak, di saat orang bersuka cita mudik dengan berbagai cara, saya justru berjibaku di jalanan guna kerja, liputan mudik. Kalo enggakpun kebagian, dipastikan hari H, saya kerja. Liputan. Jadinya sedih dobel-dobel gitu. Makanya, ketika kesempatan itu datang, bahagia dobel-dobel juga. Merasakan gimana deg-degan nya menunggu hari kepulangan. Menikmati detik demi detik berburu oleh-oleh, belanja pakaian di Tanah Abang. Belum lagi impian, merasakan riuhnya ruang tunggu bandara. Bareng-bareng dengan para pemud...

catatan perpisahanku dengan SUSHI FM

BEuuuuuhh.....5 tahun setengah lebih kurang gue dibesarkan sekaligus ikut membesarkan SUSHI FM.......dua pekan jelang ramadan tahun 2003, gue masih menjadi anak muda item, bau, kampungan dan tak begitu berharap banyak untuk diterima di sushi fm, namun sekarang dua pekan jelang ramadan 2009, yang item, bau, kampungan itu telah menyudahi karirnya di SUSHI FAM YANG KINI MENJADI RADIO TERBAIK PERTAMA DI SUMBAR. BERKAT ARIL Adalah khairil anwar tanjung a.k.a arya danta a.k.a aril yang betul-betul berjasa membawa gue menjadi seorang ricki satria, yang dulunya hanya dikenal sebagai Yovan Etreusca dan Rizki Borobudur (at BOOS FM) dari sebuah radio kecil di pelosok pecinan. Dua pekan sebelum ramadan 2003, lima anak muda cowok duduk harap-harap cemas menunggu namanya dipangil buat wawancara. Ke lima anak muda itu (lupa-lupa inget ya) Aril, ricki, Sutan, Ari Jangkung, satu anak UNP dan satu lagi anak UPI, gue lupa namanya. Jujur, secara fisik gue nomor terburuk ke d...