Langsung ke konten utama

Rempooong!!!






Suatu sore lagi belajar nyetir, telpon bunyi. Bos Gadang!!
ha, manga ko, tumben Sabtu sore nelpon?
begitu bisik gue dalam ati. Gak mau kejebak ama ilusi, gue pencet tuts YES

"Halo bang?"
"Ki, dima lo?"
"Mmm...mmm....lagi makan bang. Manga bang?"
"Pacapek selah liputan Axis, beko satangah tujuah lo pai liputan acara A Mild yo di Pangeran. Ada Ungu,"
"Hah, kok mandadak se? Ga ada promo nyo doh bang?"
"Iyo, gue baru dapek talipun lo dari urang Sampoerna Ki. Yo beko yo, liputan sakali Ki, satangah tujuah tu mah acara e,"
"Yo Bang. Mokasi Bang,"
"Yolah Ki. Jan lupo ndak satangah tujuah di Pangeran,"
"Oke Bang,"

Telpon gue tutup. Sama Dicka, temen yang ngajarin gue nyetir, gue berujar
"Ting, ntar malam liputan Ungu yuk di Pangeran. Acara Sampoerna,"
"Iya?"
"Iya, nih tugas negara. Tapi lo yang liputan ya?"
"Iya deh,"

Hihihihiihihihihi.......

Jam setengah tujuh
Gue masih di jalan dari tempat belajar nyetir menuju rumah. Keringatan abis belajar nyetir, maklum mobil tua tanpa AC. Nyampe rumah jam 18.45 WIB, gue langsung mandi, dan Magriban. Abis gitu, kita nonton semifinal Djaroem Indonesia Open terlebih dahulu, maklum Taufik Hidayat ama Sony bo bentrok.

Kita nonton sampai mereka menyelesaikan set pertama, kira-kira lewat setengah delapan malam. Hah!!

"Yuk dandan?" ajak gue ke Dicka.
"Yuk, pinjem kaos lo dong, yang kerennya ya,"

Gue segera ke wardrobe, dan mulai memilih pakaian item putih dengan sepatu motif catur. Sementara Dicka gue pinjamin kaos polo warna maroon tua, t-shirt andalan gue.

Jam 20.00 lewat dikit, kita jalan, sebelumnya pamitan dulu sama mama yang terbaring sakit di kamar.
"Ma, berangkat dulu, Pai liputan, beko pulang agak malam,"
"Yo," kata mama gue lemes.
"Ma, Dicka pai sabanta dulu jo Ricki, beko pulang liak,"
"Yo," kata mama gue lagi.

10 menitan kita jalan dan baru nyampe daerah Ampang, hape Dicka bunyi. Di monitor hapenya tertulis 99.1 Ibung
"Angkatin dong bang?" kata temen gue ini sambil nyerahin hapenya, dan

"Halo bang?"
"Dima lo???? acara alah mulai sajak tadi lai ha. Capeklah, masuknyo susah a."
"Yo bang, kita udah di Raden Saleh kok,"
"Yo capeklah, payah masuak lai ko,"

Hihihihiihihii......dan mobil butut itupun dipacu dengan lari 40 km/jam!!!!












Singkat cerita, kita akhirnya masuk jam setengah sembilan. Dimana Pasha udah tampil satu jam lamanya. Begitu kita masuk, wow, venuenya asik banget. Dikatain lagi nonton Unplugged, ga juga, pokoknya lebih tepat disebut Ngejam deh. Beda aja dari pertunjukan musik-musik yang selama ini gue liput. Paling senengna lagi, gue ketemu sama Bang Win, mantan Big Bos yang seruuuuuuuuuu dan baiiiik banget. Trus temen-temen seprofesi dari berbagai media, tentunya partner liputan hiburan paling abadi gue dari Padang Ekspres, sanny ardhi.

Selebihnya, temen2 nongkrong aja yang udah lama ga ketemu. Dan upss....tercatat ada tiga orang yang buat gue bete banget atas kehadirannya....... Duh, ada yang bikin gue taibo hati, bikin males saking sombongnya, dan eneg saking sok hebatnya..

Sepanjang konser yang stage out pukul 10 malam ini, gue tafakur aja liatin Pasha cs. Karena memang bukan fans Ungu, ya diem aja, sambil liat Pasha, yang ternyata emang bening kek yang gue liat di tipi. Onci si udah pasti yang paling bening bahkan merona, karena gue udah pernah wawancara ekslusif ama dia tahun 2008. Manyun aja deh ekspresi gue, karena konsernya membosankan, karena lagu yang gue pengen dinyanyiiin ga diputer, DISINI UNTUKMU DAN KARENA DIA KAMU.

Beruntung MC nya, senior gue RUDI D MAESTRO dari radio Arbes, tampil lumayan ke olga-olgaan. Selebihnya, manyun aja, sambil jelalatan kemana-mana, mlototin SPG Sampoerna yang mulus2.....

Ya gitu deh, ketemu tiga orang sok, makin bikin gue jadi lebih dewasa...dan tak akan meniru2 mereka...uh...

(itu tuh foto saya sama dicka)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

catatan perpisahanku dengan SUSHI FM

BEuuuuuhh.....5 tahun setengah lebih kurang gue dibesarkan sekaligus ikut membesarkan SUSHI FM.......dua pekan jelang ramadan tahun 2003, gue masih menjadi anak muda item, bau, kampungan dan tak begitu berharap banyak untuk diterima di sushi fm, namun sekarang dua pekan jelang ramadan 2009, yang item, bau, kampungan itu telah menyudahi karirnya di SUSHI FAM YANG KINI MENJADI RADIO TERBAIK PERTAMA DI SUMBAR. BERKAT ARIL Adalah khairil anwar tanjung a.k.a arya danta a.k.a aril yang betul-betul berjasa membawa gue menjadi seorang ricki satria, yang dulunya hanya dikenal sebagai Yovan Etreusca dan Rizki Borobudur (at BOOS FM) dari sebuah radio kecil di pelosok pecinan. Dua pekan sebelum ramadan 2003, lima anak muda cowok duduk harap-harap cemas menunggu namanya dipangil buat wawancara. Ke lima anak muda itu (lupa-lupa inget ya) Aril, ricki, Sutan, Ari Jangkung, satu anak UNP dan satu lagi anak UPI, gue lupa namanya. Jujur, secara fisik gue nomor terburuk ke d...

Kehebohan di Lombok

Huuft, welcome to london! Eh salah, welkom tu lombok. Otak ye, bawaannya ke London aja! Habis hurufnya mirip-mirip sih, udah gitu jumlah hurufnya juga enam, ga dosa dong? Saya terbiasa menginjakan kaki kiri dulu ketimbang kanan, untuk beberapa hal 'keramat' buat saya. Di antaranya, masuk pesawat, biar minta selamat. Trus sepulang opname, biar ga balik-balik lagi. Lalu sekarang, turun pesawat di bandara Praya, Mataram. Biar apa coba? Biar bisa kembali lagi kesini beso-besok, Lombok itu indah banget lho. Jadi harap diinget, ini bukan atas dasar percaya tahayul lho tapi murni karena alasan pribadi aja. So, I like being different. Kan, orang suka bilang, untuk hal yang baik-baik itu adanya di arah kanan atau segala sesuatu pekerjaan sebaiknya didahuli dengan apa yang berada di sisi kanan badan. Tapi kalau makan masih pakai tangan kanan kok, hahahah....Saya sih pengen beda aja, case close ! Turun tangga pesawat, trus nunduk-nunduk keberatan bawa tentenga...

KKK: Mandiin kucing, beneran bisa mendatangkan hujan??

Mandiin kucing…..beneran bisa mendatangkan hujan??? Eh eh, pada percaya gak sih sama mitos yang satu ini? Percaya gak percaya sih, tapi ada yang menjalankannya lho. Buktinya Pak Manar. Pemilik rumah tempat para kucing lucu berkumpul ini lagi kehabisan ide buat usaha pertaniannya. Maklum, sekarang lagi musim kemarau. Mau gak mau, pengairan buat ke sawah dan empang milik Pak Manar ikut terpengaruh. Apalagi semua petani di kampung Pak Manar serentak masuk masa tanam. Jadi, semuanya wajib kebagian air yang cukup biar padinya gak mati. Sementara air yang mengalir juga sedikit. Tak jarang sesama petani ada yang cekcok gara-gara ada yang main curang rebutan air. Dasar Pak Manar gak mau ribut-ribut diajakinlah para warga kampung musyawarah untuk menggelar salat Istighosah buat minta hujan. Maka jadilah para warga menyelenggarakannya secara berjamah, rutin sekali tiga hari. Namun, setelah satu bulan berjalan, hujan yang diidam-idamkan gak juga kunjung turun. Suatu hari Pak Manar lagi i...