Langsung ke konten utama

Prahara Questioner....






Seperti biasa, buat mengukur kelemahan dalam mengajar di smandoe, gue buka quEStioner yang isinya cuma nanya apa plus dan minus gue dalam PBM selama ini. sarupo nan taralah, gue meminta mereka menuliskannya dalams ecarik kertas imut lalu dikumpul, dicantumkan nama, nohape plus FB (kalo taun lalu masih FS..heheheh).

Nah, setelah terkumpul lalu gue bawa pulang. Sambil menyeruput air dingin dan selonjoran di depan tipi yang lagi nayangan infotainment (hehheheh...teteup) gue baca satu persatu sesaat sebelum tidur (pada herankan kok ada infotainment malem2? jawabannya, gue pasang Indovision, maaf ya...heheheh).

Sarupo nan taralah, beberapa lembar questioner yang bikin gue panas dengan masukannya gue sisihkan buat gue jadikan reverensi di kemudian hari (ngarep jadi orang yang lebih baik soalnya bos). Nah, ada sekitar belasan yang gue sisihkan.

Sarupo nan taralah, gue balasin satu per satu lewat sms. bilang makasi gitu. Nah, beberapa ada yang balas balik, ada yang bilang sama-sama bos, oke bos, ocre bos (kok ga ada yang manggil Pak ya?) dan....

"Ok om...haha. rjin2 brbdh, kbhagyan hnya Allah ltakan dlm pngamalan agma yg smpurna, brt dkoran g akn ad tnpa izin Allah, g ad nasi yg mengenyangkan......?

Sms keputus sampai gue nulis note ini, belum lengkap. Sumpah gue masih penasaran apa sambungan sms ini. Udah gue re star2 ini hape ga juga ada sambungan smsnya.sumpah, gue penasaran. Pengirimnya maaf banget ya pembaca, gue harus rahasiakan. Dengan alasan etika aja.

Kaget gue, ada yang sampai segitunya men sms balik. Emang agama gue segitu jeleknya, apa iya cuma liat dari raut wajah gue yang "chinesse" gini doang? huftt....

Sejak itu kita smsan-bahasannya soal agama aja. Akhirnya dengan alasan tak menyia-nyiakan kesempatan, gue minta dia buat sebisa mungkin ingetin gue buat salat tepat waktu. Dan benar, hampir seminggu berlalu, dia selalu smsin dan miskolin saban waktu azan berkumandang. Biar selalu salat tepat waktu. Ga itu aja, salat sunat juga dia sarankan, dan hebatnya, semalem dia mengajak gue buat salat tahajud, dengan men sms dan miskol......

Subhanallah. Selama ini cuma ke dua orangtua gue yang mati2an buat mengingatkan gue salat tepat waktu terutama isya dan subuh (yang sering tak ada). Dan kini, dari luar sistem ada ANAK MURID GUE YANG BAIK BANGET.....SEJUK GITU BACA SMS DAKWAHNYA KE GUE.....

beruntung dari dulunya gue selalu tak memikirkan sama siapa seharusnya gue bergur, tak pandang usia dan bulu, semuanya gue hajar aja, yang penting gue dapat ilmu. Beruntung. Makanya, dengan senang hati gue menerima kehadiran ANAK MURID gue ini dalam kehidupan pribadi gue hingga gue menyusun kata2 ini.

Kadang geli juga, jika ada sms begini..

"Udah salat tu? Udah seger ya magribnya? Bang, udah subuh, bangoooon....!! Bang, katany mau tahajud, alangkah indahnya salat tahajud,"

Sebenernya masih banyak sms2 begini di inbox, karen hape butuk yang cuma muat 150 sms, terpaksa gue hapus. Begitu sms peringatannya masuk langsung gue blas begini,'

"Yo, aman tu. atau Talek stek yo?"

Kalo udah sms trakir gini yang gue kirim, dia langsung berkhotbah. Panjaaaaaaang. Dan benar sih. Allhamdulillah dna insya Allah, gue melakukan semua ini lillahitaa'la, bukan karena dia. Hanya lebih semangat aja untum menuju perbaikan.

ANAK MARIDKU.....TERIMAKASIH BANYAK....(one of them on this pict)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menggenggam Batam

Akhir April 2015 silam saya mengambil cuti tahunan untuk sejumlah kepentingan dunia akhirat. Aseek. Namanya juga cuti ya, apalagi agenda ini tak biasa sudah barang tentu menjadi sebuah hal yang sangat dinanti -nantikan. Tapi sory ya bro en sist, di tulisan kali ini, agenda yang tak biasa itu ga bisa saya paparkan yak, rahasia negara soalnya. Tapi kalo soal kehebohan saya jalan-jalan di Batam dan ngapain aja selama pulang kampung, pasti akan saya ceritakan dengan riang gembira. Like usually... Eh eh kok ke Batam? mau belanja barang elektronik?? Ennah itu dia. Critanya saya mau ke Singapura melalu cara yang ga biasa dari Jakarta. Saya udah menyusun segala sesuatunya untuk solo traveling ke sana. Dua bulan sebelumnya deh, sampe saya beli guiding book segala lho. Jakarta flight ke Batam, trus naik ferry buat nyebrang ke singapura. Kalo Jkt-Sin, basik. Terlalu biasa. Kalo via Batam, ada tiga pengalaman di tiga daerah yang berbeda yang tentunya punya kehebohan tersendiri. Ka...

PACAH TALUA !

Setelah penantian lima tahun lebih, akhirnya bisa mudik lebaran juga tahun ini. 1 Syawal 1438 H, alias 2017. Aroma bisa merasakan nikmatnya mudik lebaran itu sebenarnya udah kecium sejak saya mutasi. Dari divisi Jakarta News Daily ke Current Affairs. Sejak itulah saya selalu berdoa agar beneran gitu bisa pulkam. Dan beneran aja, alhamdulillah doa dijabah. Dan mau tahu rasanya gimana? TAK BISA DILUKIS PAKE KATA-KATA. BAHAGIA LAHIR BATHIN MESKI KANTONG TERKURAS. wkwkwkwk.... Gimana enggak, di saat orang bersuka cita mudik dengan berbagai cara, saya justru berjibaku di jalanan guna kerja, liputan mudik. Kalo enggakpun kebagian, dipastikan hari H, saya kerja. Liputan. Jadinya sedih dobel-dobel gitu. Makanya, ketika kesempatan itu datang, bahagia dobel-dobel juga. Merasakan gimana deg-degan nya menunggu hari kepulangan. Menikmati detik demi detik berburu oleh-oleh, belanja pakaian di Tanah Abang. Belum lagi impian, merasakan riuhnya ruang tunggu bandara. Bareng-bareng dengan para pemud...

catatan perpisahanku dengan SUSHI FM

BEuuuuuhh.....5 tahun setengah lebih kurang gue dibesarkan sekaligus ikut membesarkan SUSHI FM.......dua pekan jelang ramadan tahun 2003, gue masih menjadi anak muda item, bau, kampungan dan tak begitu berharap banyak untuk diterima di sushi fm, namun sekarang dua pekan jelang ramadan 2009, yang item, bau, kampungan itu telah menyudahi karirnya di SUSHI FAM YANG KINI MENJADI RADIO TERBAIK PERTAMA DI SUMBAR. BERKAT ARIL Adalah khairil anwar tanjung a.k.a arya danta a.k.a aril yang betul-betul berjasa membawa gue menjadi seorang ricki satria, yang dulunya hanya dikenal sebagai Yovan Etreusca dan Rizki Borobudur (at BOOS FM) dari sebuah radio kecil di pelosok pecinan. Dua pekan sebelum ramadan 2003, lima anak muda cowok duduk harap-harap cemas menunggu namanya dipangil buat wawancara. Ke lima anak muda itu (lupa-lupa inget ya) Aril, ricki, Sutan, Ari Jangkung, satu anak UNP dan satu lagi anak UPI, gue lupa namanya. Jujur, secara fisik gue nomor terburuk ke d...